Sejarah Wafatnya Rasulullah saw

Nabi Muhammad,Matahari
       kunjungi selalu situs terbesar kami darulihtidaulislam.com

Darulihtidaulislam.com- Pagi itu Rasulullah mengemukakan khutbah didalam haji terakhir (haji wada') dengan suara terbata memberikan petuah.

Baginda Nabi berpesan :😥😢😢😢 wahai ummatku dua perkara kutinggallan untuk kalian Al-qur'an dan As- sunnahku ,siapa mencintai sunnahku berarti mencintaiku dan yang mencintaiku akan bersamaku didalam surga ,semua kita ini berada dalam genggaman Allah Swt Maha pengasih lagi Maha penyang, takutlah kalian hanya kepada-NYA".

Khutbah singkat dikala itu dari Nabi  diakhiri dengan pandangan mata baginda Rasulullah Saw yang teduh menatap para sahabatnya satu persatu.

Sayyidina Abu Bakar siddiq menatap baginda Nabi dengan berkaca-kaca, Umar pun tidak dapat menahan nafas dan tangisnya,Sayyidina Usman menghela napas panjang dan Sayyidina Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam tanda-tanda itu semakin kuat tatkala Sayyidina Ali dan Sahabat lainnya dengan sigap menangkap baginda Rasulullah yang lemah Limbung saat saat turun dari mimbar.

Pada itu pula tersirat satu pengertian bahwa tugas Rasul memang sudah berakhir. Pada tahun 11 H., Rasul menderita sakit,tepatnya pada bulan Shafar.Waktu itu, Nabi telah memerintahkan pasukan ke perbatasan Siria, dipimpin oleh Utsman bin Zaid.

Baca juga: Hikmah turunnya Imam Mahdi

Meski Rasul dalam keadaan sakit, Rasul melakukan sendiri penyerahan bendera kepada Utsman. Tentara itu berkemah di luar kota Madinah, dan berhubung mempertimbangkan sakitnya Rasul, kepergian merekapun ditunda.

Selama Nabi menderita sakit, masih juga menjadi sebagai imam
shalat. Pernah suatu ketika, beliau hendak berwudhu', tetapi
merasa tidak kuat lagi. Beliau minta shalat Jum'at, diimami
oleh Abu Bakar ra.

Waktu itu 'Aisyah, istri Nabi dan anak Abu Bakar, minta supaya bukan ayahnya yang menjadi imam,karena sering menangis apabila membaca ayat-ayat suci Al Qur'an.Tetapi, Nabi mengulangi perintahnya. 'Aisyah mengajukan keberatan lagi, tetapi Nabi tetap dalam pendiriannya.

Mentaripun perlahan-lahan semakin meninggi pintu rumah Rasulullah masih tertutup sedangkan Rasulullah sedang terbaring lemah dengan kening Nabi yang berkeringat, tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang
mengucapkan salam: "Bolehkah saya masuk??,
 Sayyidah Siti Fatimah (puri nabi) tidak membolehkannya untuk masuk " Maafkanlah Ayahku sedang demam" kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.

Kemudian Siti Fatimah kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah : Siapa itu wahai anakku? ,"tak tahulah Ayah sepertinya baru sekali ini aku melihatnya dokter "jawab Fatimah secara lembut.

Baginda Rasulullah Saw melihat puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan; ketahuilah dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara dialah yang memisahkan pertemuan di dunia ialah malaikatul maut",
kata Rasulullah.Fatimah pun tak mampu menahan tangisannya.

Baca juga: Hikmah dibalik misteri Yakjuz dan Makjuz

Lalu Malaikat maut pun mendekat dan menghampiri baginda Nabi kita,tapi Rasulullah menanyakan :"Kenapa jibril tidak ikut menyertainya??, kemudian dipanggilah Malaikat Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh Kekasih Allah dan penghulu dunia ini.

Malaikat Jibril Jelaskan apakah aku nanti di hadapan Allah?
tanya baginda Rasulullah dengan suara yang amat sangat lemah sekali.Semua pintu-pintu di langit telah terbuka, Para Malaikat dilangit telah Menantimu semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu,wahai Muhammad .kata Jibril.

Namun ternyata itu semua tidak akan membuat baginda Nabi merasa lega matanya masih penuh dengan kecemasan tidak senang engkau mendengar kabar ini Rasulullah bertanya kepada Malaikat Jibril lagi :Kabarkan kepadaku Bagaimana nasib umatku kelak??, tanya Rasulullah .Malaikat Jibril : jangan khawatir wahai Rasulullah
Allah telah menyampaikan kepadaku: kuharamkan surga bagi siapau kecuali dari umat Muhammad telah berada didalamnya".kata Jibril, detik-detik itu pun semakin dekat saatnya Izrail melakukan tugas.

Perlahan ruh Rasulullah ditarik nampak seluruh tubuh
Rasulullah bersimbah peluh urat-urat lehernya menegang betapa sakitnya sakaratul maut ini perlahan Rasulullah mengaduh.

Sayyidah Fatimah pun terpejam Sayyidina Ali yang berada di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka : kau melihatku hingga kau palingkan wajahmu Jibril,
tanya baginda Rasulullah Saw kepada malaikat pembawa Wahyu itu Siapakah yang sanggup melihat Kekasih Allah direnggut ajal kata Jibril.

kemudian terdengar dari mulut Rasulullah yang mengaduh karena rasa sakit yang tak tertahankan lagi : ya Allah ya tuhanku amat Dahsyat sekali maut ini timpakan saja semua siksa maut ini hanya kepadaku jangan kepada umatku, ya ALLAH.

Baca juga: Sejarah darah menstruasi (haid)

Lalu seluruh badan baginda Rasulullah Saw mulai dingin kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi Bibi Rasulullah pun bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu lalu Sayyidana Ali mendekatkan telinganya Nabi berpesan : peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di sekitarmu.

Para sahabat lain dari luar pintu tangisanpun mulai terdengar bersahutan para sahabat sedang sangat bersedih,Sayyidah Siti Fatimah menutupkan tangan di wajahnya dan Sayyidina Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir rasulullah yang mulai kebiruan Rasulullah pun mengucapkan kata terakhirnya : umatku!!! umatku!!! umatku!!!".

Pada tanggal 12 Rabi'ul Awwal, 11 H., Nabi berpulang
ke Rahmatullah dalam usia 63 tahun. Berita meninggalnya
Nabi bagai angin yang menerpa, sehingga kaum Muslimin
berkumpul di masjid.

Umar bin Khaththab sendiri sampai tidak percaya kalau Nabi telah meninggal dunia. Bahkan, Umar sampai mengatakan, "Siapa saja yang berani mengatakan Nabi telah meninggal dunia, maka akan kutebas batang lehernya dengan pedangku ini". Tetapi, ia lalu diingatkan oleh Abu Bakar dengan menyebutkan ayat ayat AI Qur'an, yang menyatakan bahwa setiap jiwa akan menemui ajalnya. Umar lalu sadar.

Baca juga: Meminjamkan uang kepada Allah

Abu Bakar datang ke masjid, lalu ke rumah 'Aisyah, Setelah
melihat keadaan Nabi, yakinlah Abu Bakar, bahwa beliau telah
meninggal dunia. Abu Bakar kembali lagi ke masjid, dan mem-
benarkan bahwa Nabi memang telah meninggal dunia. Bahkan,
Abu Bakar berusaha memberikan nasihat dan fatwa kepada
mereka supaya jangan bersedih.

Peringatan Abu Bakar itu disampaikan dengan menukil ayat-ayat Al-Qur'an.Dunia kehilangan seorang Nabi. Beliau memang wafat. Tetapi,beliau telah meninggalkan kepada umatnya berupa perintahAllah: Al-Qur'an dan As-Sunnah. Dan inilah yangmenjadi
pedoman bagi setiap diri yang mengaku sebagai Muslim.

Dan berakhir lah perjalanan hidup manusia paling mulia yang memberi sinaran untuk alam semesta ini. Semoga kita mendapat hikmah dari kisah ini dan.Makin menambah kecintaan kita kepada sang kekasih Allah Rasulullah Swt,karena saat akhir hayatnya baginda kita beliau hanya mengkhawatirkan kondisi umatnya kelak. AMIN!!!....

Siapa Yang Nangisss!!😭😭😭😭

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Sejarah Wafatnya Rasulullah saw"

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel