Meminjamkan Uang kepada Allah

Uang dolar
                                 hukuman bagi raja zalim

Darulihtidaulislam.com.Baca sampai habis biar tidak salah memahaminya.Suatu hari, Saidina Ali bin Abi Thalib (sahabat nabi) pulang. Di dalam rumahnya, ia melihat Fathimah putri Rasulullah, istrinya, sedang duduk di samping Salman Al-Farisy, yang sedang memisah-misahkan bulu domba untuk dipintal menjadi kain.

Ali lalu bertanya pada istrinya,"Wahai wanita yang paling mulia, apakah engkau memiliki sesuatu yang dapat dimakan oleh suamimu ini?"Fathimah menjawab dengan lembut,"Tidak, tetapi aku hanya memiliki 6 dirham saja pemberian dari Salman Al farisi.Tadinya aku mau membeli makanan untuk Hasan dan Husein."

Ali berkata lagi, "Wahai wanita yang paling mulia,kemarikan uang itul"Ali kemudian keluar membawa uang itu untuk membeli makanan. Di tengah perjalanan, ia berjumpa dengan seorang lelaki yang berteriak, "Siapa yang mau memberi pinjaman untuk Allah Yang Maha Pelindung dan Pembayar 'pinjaman? Ali lalu mendekati orang itu merogoh uangnya, dan memberikannya pada lelaki itu.

Ali sendiri pulang dengan tangan hampa. Melihat Ali datang dengan tangan hampa,Fathimah menangis.Ali bertanya, "Mengapa engkau menangis?"Fathimah menjawab, "Karena aku melihatmu datang dengan tangan hampa, wahai keponakan Rasulullah."

Baca juga; sejarah darah menstruasi (haid)

Ali berkata lagi, "Aku telah meminjamkan uang itu kepada Allah."Fathimah terperangah dan berhenti dari tangisnya."Kalau begitu tidak apa-apa, aku setuju."

Ali kemudian keluar rumah lagi hendak menemui
Rasulullah SAW.Di tengah perjalanan, ia berjumpa dengan seorang Arab Badui yang sedang menuntun unta.la berkata kepada AR Wahal bapak Hasan, belilah unta ini Ali menjawab, "Aku tidak punya uang."Orang itu berkata lagi "Uangnya bisa belakangan.""
Berapa harganya tanya 'Ali
"Seratus dirham, jawabnya."Baiklah, aku beli unta ini," kata Ali sambil berjalan untuk pulang.

Tak berselang lama, Ali berjumpa lagi dengan seorang arab Badui yang lain. la bertanya kepada Ali,"Wahai Abu AL-Hasan, apakah engkau akan menjual unta itu?"Ya."jawab Ali."Berapa harganya?" tanya orang itu kembali.Tiga ratus dirham," jawab Ali kembali."Baiklah, aku akan membelinya,"kata orang itu.

la lalu menyerahkan uang pada Ali dan menerima unta dari Ali.Sebelum melanjutkan perjalanan, Ali pulang kembali
ke rumahnya untuk memberikan uang kepada Fathimah.Ketika melihat Ali datang membawa uang. Fathimah tersenyum sambil bertanya, "Dari mana uang ini, wahai bapak Hasan?"Ali menjawab,"Aku membeli unta seharga 100 dirhamn dengan cara mengutang Lalu aku menjualnya seharga 300 dirham dengan kontan."Fathimah menyahut, "Aku setuju."


Saidina Ali lalu keluar rumah lagi untuk meneruskan
maksudnya menemui Nabi Saw.Ketika Ali hendak memasuki mesjid,Baginda Nabi melihatnya.lalu Nabi pun bertanya:Apakah kamu (saidina 'ali)  ingin menyampaikan sesuatu kepaa saya, atau kamu ingin mendengar langsung sesuatu dari saya?,Tanya Nabi Saw kepada Saidina 'ali .

"Aku ingin mendengar sesuatu darimu saja, wahai Rasulullah."Wahai Ayah Hasan Husein, tahukah kamu siapakah kedua orang Arab Badui yang telah menjual dan membeli
untamu?"

"Allah dan Rasul-Nya lebih tahu jawabannya."
"Berbahagialah engkau, wahai Ali. Engkau telah
meminjamkan uang sebanyak 6 dirham kepada Allah. Allah lalu menggantinya dengan 300 dirham. Untuk setiap dirham yang engkau pinjamkan, Allah menggantinya dengan 50 dirham.

Orang Arab Badui yang pertama adalah Jibril as, sedangkan yang kedua adalah Mika'il a.s." Dalam riwayat lain disebutkan bahwa yang pertama adalah Malaikat Mika'il as, sedangkan yang kedua adalah Malikat Jibril a.s.

SEKIAN.....

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Meminjamkan Uang kepada Allah"

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel