Sejarah Darah Menstruasi (Haid)

Darah menstruasi
                                     fiqih klasik & kekinian

A.Sejarah wanita pertama keluar darah menstruasi

Darulihtidaulislam.com.Kalau kita mengutip pendapat imam al Bukhari didalam kitabnya "Sahih al-Bukhari" bahwa wanita pertama terjadi haidh itu pada keturunan orang-orang israil. Sementara sebahagian ulama berpendapat bahwa wanita pertama yang megalami haidh adalah Siti Hawa.

Manakala beliau (siti hawa) memecahkan pohon hinthah dan membuatnya berdarah, Allah Ta'la berfirman: demi keagungan dan kebesaranku, Aku akan membuatmu berdarah sebagaimana kamu telah membuatnya berdarah.

B.Siklus keluar darah menstruasi

Awal mula seorang wanita keluar darah menstruasi adalah umur 9 tahun. Ini pada kebiasaan dan bukan ketentuan yang pasti. Sedangkan minimal haidh sehari semalam (1x24 jam), maksimal 15 hari dan malam (15x24 jam).Ssecara kebiasanya enam atau tujuh hari.

Kesemuanya ini menurut riset Imam Syafi' minimal suci antara dua menstruasi adalah 15 hari. Karena sebulan biasanya tidak sunyi dari haidh dan suci Maka jika maksimal menstruasi adalah 15 hari maka tentunya minimal suci begitu juga.

Artinya, tiada batas bagi maksimal suci dalam hal ini ma Kebiasaannya adalah sisa bulan setelah kebiasaan haidh itulah suci.Bila seorang wanita melihat darah pada usia menstruasi dan tidak melampaui maksimal haidh maka keseluruhannya adalah haidh,apakah berwarna hitam, merah, pirang, kuning atau suram.

Kecuali dia masih memiliki sisa suci, contohnya 3 hari dia melihat darah kemudian 12 hari suci kemudian 3 hari berdarah lagi lalu lu berhenti maka 3 hari yang terakhir adalah darah kotor bukan haidh.

C. Difinisi Menstruasi (haid)

Secara Etimologi haidh adalah: sesuatu yang miengalir apabila lembah itu dialiri air.

Sedangkan secara Terminologi haidh adalah: darah yag keluar dari kedalaman uterus rahim perempuan setelah baligh dalam kondisi sehat dan diwaktu-waktu tertentu.

Berbeda dengan istihadhah, yaitu darah penyakit yang keluar dari saraf uterus (rahim) perempuan dalam kondisi tidak normal (darah yang keluar terus-menurus).


D. Dalil Tentang Menstruasi (haid)

Berkaitan dengan haid (menstruasi), Allah SWT. menyebutkan dalam Al-Quran surat al-Baqarah 222 yang artinya, "Mereka bertanya kepadaMu (Muhammad) tentang darah haid (menstruasi), katakanlah: haid itu adalah kotoran, maka jauhkaniah istri yang sedang haid (menstruasi) dan jangan dekati sehingga mereka sudah suci,perlakukanlah mereka apa yang telah dianjurkan Allah pada kamu.Sesungguhnya Alloh mencintai orong-orang taubat don suci,"

Nabi Muhammad Saw berkata dalam satu hadits : "Haid itu merupakan ketentuan atau ketetapan Allah swt untuk perempuan-perempuan keturunan Adam"

E. Mengenal Darah Menstruasi

Ada bermacam-macam warna darah menstruasi:

1.Warna hitam

Karena berdasarkan hadist Fatimah binti Abu Hubaisy "Bahwasanya dia mengeluarkan darah penyakit, lalu Rasulullah berkata kepadanya, warna darah haidh adalah hitam, jika terdapat warna darah seperti itu maka kamu wajib berhenti mengerjakan shalat,jika tidak warna demikian,maka berwudhulah dan shalat karena itu merupakan darah penyakit."

HR Abu Dawud, Nasa'l, ibnu Hibban, dan Daaruquthni.

2.Merah. Warna ini memang warna asal darah haidh.

3.Kuning

 Yaitu terlihat seperti nanah dengan warna kuning diatasnya.

4.Keruh

Bentuk warna ini antara warna putih dan hitam.Karena ada hadist dari Siti Aisyah yang artinya begini:"Kaum perempuan mengirimkan dirjah kepada 'Aisyah, berisi didalamnya kapas berwarna kuning, "Aisyah pun berkata "kalian Jangan tergesa-gesa sehingga kalian melihatnya kapas itu berwarna putih bersih."

Yang dimaksud hadist ini adalah haidh itu termasuk warnanya kuning atau keruh bila tiba warna tersebut pada masa haidh,asal darah.

Tapi kalau warna itu keluar bukan masa menstruasi, maka itu bukan darah haidh. Hal ini sesuai dengan hadist Ummu athiyyah.ra. Artinya, "Kami tidak menganggap haidh warna kuning dan keruh yang keluar setelah suci." HR Abu Dawud,dan Bukhari, tetapi beliau (imam bukhari) tidak menyebutkan "setelah bersuci."

F.Tingkatan Darah Menstruasi

Warna merah lemah dibanding hitam dan lebih kuat dibanding pirang. Warna pirang lebih kuat dibanding warna kuning dan suram. Yang berbau busuk lebih kuat dibanding yang tidak berbau. Dan yang tebal lebih kuat dibanding yang tipis.

Maka yang bau atau yang tebal dari dua darah hitam umpamanya,itu lebih kuat.Sedangkan yang bau serta tebal dari dua darah hitam lebih kuat dibanding yang bau saja atau tebal saja.

NOTE:
Wanita sepanjang sejarah dunia tidak pernah mengalami darah haid (menstruasi) adalah putri Rasulullah saw,yaitu siti fatimah zuhra.

SEKIAN........

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Sejarah Darah Menstruasi (Haid)"

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel