Asal Usul Aceh

Aceh
       kunjungi selalu situs terbesar kami darulihtidaulislam.com

DarulIhtidaulislam.com- Hampir semua sejarawan kawasan Asia Tenggara memberi pendapat bahwa sulit mendapatkan sumber yang akurat mengenai asal nama Aceh. Di dalam sejarah Kedah,Marong Mabawangsa (lk th. 1220 M/517 H.) Aceh sudah tersebut sebagai suatu negeri di pesisir Pulau Perca (Sumatera).

Orang Portagis Barbarosa (1516 M. 922 H.)yaitu orang Eropa yang datang ke daerah ini menyebut "Achem". Dalam buku-buku sejarah Tionghoa (1618 M) yang mengenai Aceh mengatakan A-tse.Bentuk yang lebih tua lagi ialah Taji atau Tasbi, bagi orang Tionghoa berarti negeri Silam; ataupun sebutan kepada negeri Pasai, Pa menjadi Ta.

Asal nama Aceh juga terdapat dari cerita di dalam sebuah buku bangsa Pegu (Hindia Belakang) yang menceritakan perjalanan Budha ke Indo China dan kepulauan Melayu.

Mereka melihat di atas gunung pulau Sumatera, sebuah sinar cahaya beraneka warna dari gunung itu, sehingga mereka berseru dengan mengucapkan kata-kata " Acchera bata"  yang artinya: alangkah indahnya. Jadi dari kata-kata inilah kemudian menjadi asal usul sebutan nama untuk Aceh.

Baca juga: Kisah Nabi Musa Vs Imam Qhazali

Gunung yang bercahaya itu diceritakan terletak dekat Pasai. Gunung tersebut sekarang tidak ada lagi karena telah dihancurkan dengan meriam oleh kapal perang Portugis.

J.Kreemer dalam bukunya 'Atjeh' (Leiden 1922) mengatakan bahwa sejarah Acehh sebelum tahun 1500 sebagian besar masih dalam kegelapan. Dalam berita yang berasal dari sumber orang Cina,orang Arab dan orang-orang Etopa, yang sebelum tahun tersebut mengunjungi Sumatera atau mendengar tentang cerita mengenai "Pulau Emas" itu, nama Aceh hampir tidak ada atau
hanya sedikit disinggung dalam telaahnya.

Bagaimanapun juga, Kremer berpendapat bahwa kerajaan Aceh telah berdiri sebelum tahun 1500 dengan kuat dan megahnya. Kerajaan itu meliputi seluruh daerah Aceh.

Nama tersebut juga digunakan sebagai nama pelabuhan, yang kemudian terkenal dengan Kuta Radja, Konon sebelum kedatangan Portugis ke Sumatra Utara pada tahun 1509 masih merupakan kerajaan kecil yang tidak berarti.

Baca juga: sejarah darah menstruasi (haid)

Di samping itu, yang lebih ramai dan makmur adalah Sumatera Pase, yang luasnya mulai dari ujung Tamiang sampai ke Kuala Ulim dengan Samudra sebagai ibu negerinya.

Kerajaan ini kemungkinan berdiri pada abad ke XIII di sebelah utara Aceh, disamping Pedir (Pidie) yang mencakup seluruh daerah pedalaman utara, dan politiknya tergantung dari Pase.

Asal nama Aceh itu hampir tidak ada seorang pun yang dapat mengetahuinya secara pasti. Teungku Syech Muhammad Noerdin, yang pada masa hidupnya banyak sekali membantu Prof. Snouck Hurgronye dan Prof Husein, baik dalam mencari bahan-bahan atau dalam menyalin Hikayat-hikayat Aceh dari huruf Arab ke huruf Latin, begitu juga banyak mengumpulkan bahan-bahan tentang kehidupan, peradaban dan adat istiadat Aceh, dan sempat diperbantukan pada Balai Pustaka.

Pada akhir hayatnya meninggalkan beberapa buah karangan dan salinan kepada penerbitan pemerintah ini, menyatakan bahwa nama Aceh itu berasal dari "Ba' (baca Bak = pohon) si aceh-aceh".Pohon itu dilukiskan semacam pohon beringin yang besar dan rindang"

Baca juga: hikamah dibalik misteri Yakjuz dan Makjuz

Mengenai penduduk kerajaan Aceh, dari mana bangsa-bangsa yang asli datang ke sana, masih terus terjadi pokok perselisihan pendapat di antara para penulis sejarah.

Hindu pernah mempengaruhi Aceh, dan dapat dilihat dalam bahasa Aceh, pakaian dan perhiasan dan lain-lain. Pergaulan dengan mereka yang berasal dari India juga dalam masa Islam masih berlangsung Banyak anak negeri diislamkan dari agama Hindu.

Bukan saja orang keling, Madras dan Malabar, tetapi juga orang-orang keling yang beragama dan orang-orang Cati yang belum mengenal Tuhan banyak datang berdagang ke Aceh, dan akhirmya masuk Islam.

Untuk mengetahui dari mana tepatnya asal mula orang Aceh belum didapat data-data yang relatif akurat dalam sejarah.Aceh adalah sebuah negara dagang di kala itu, dan pedagang pedagang dari berbagai tempat di Asia Tenggara dan Asia Barat Daya banyak yang datang dan menetap di daerah daerah pantai Aceh.

Tipe asli penduduk pribumi berangsur-angsur mengalami perubahan, kini mungkin seseorang menemukan di antara penduduk pribumi Aceh orang-orang dengan ciri-ciri bangsa Melayu, Pakistan,India, Cina dan bahkan dalam jumlah yang lebih kecil orang-orang dengan ciri-cini Portugis, Turki, Arab dan Parsi"

SEKIAN......

Berlangganan update artikel terbaru via email:

5 Responses to "Asal Usul Aceh"

  1. nice info gan, menambah pengetahuan tentang sejarah.

    BalasHapus
  2. Semoga dikemudian hari muncul generasi penerus yang bisa memberikan informasi lebih banyak lagi tentang aceh.

    Tulisanbyg menarik

    BalasHapus

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel