-->

Lelaki Shaleh Untuk Wanita Shalihah

Lelaki dan perempuan

Bagi wanita, pria itu PENIPU.

Terus saja melantunkan janji-janji palsu yang mampu diucapkan panjang lebar. Dengan keyakinannya bahwa pasangannya benar-benar termakan oleh janjinya.

Lelaki itu bagaikan RAJA.

Harus dituruti segala kemauan nya. Semua kehendaknya harus dijalankan. Ia bisa membuat segalanya terbang dalam pangkuannya 

Lelaki itu PENGKHIANAT.

Ia pergi meninggalkan pasangannya hanya karena harta yang menggiurkan. Meninggalkan luka yang bertetesan darah dia terus bermuka dua 

Namun tidak bagi lelaki yang beriman Ia jauh dari sifat-sifat itu Ia bertanggung jawab dengan segala bentuk amanah yang ia genggam. Seorang pekerja keras yang tak rela melihat keluarganya menderita. Ia lelaki kuat dalam menghadapi segala kondisi dirinya. Mampu menjaga martabat dan harga dirinya juga mampu menguburkan nafsunya.

Ia benar dengan semua tanggung jawab yang ia emban. Melakukan semua yang menjadi tugasnya dan tak perlu mencampuri urusan yang tak perlu ia urusi. 

DIA LELAKI HEBAT yang tersedia untuk WANITA HEBAT.

Dan untuk wanita...

Bagi lelaki, wanita itu centil. Berlenggak-lenggok dengan segala yang ia miliki. Bermodalkan kecantikan dan ia menarik para targetnya. Merelakan harga dirinya hancur hanya untuk kepuasan sementara. Ia tak sadar ia sudah merusak harga dirinya. 

Wanita itu menjadi korban penipuan. Ia sanggup bertahan dengan seorang yang telah membohongi hidup-hidup. Sanggup membuang separuh hidupnya hanya untuk menunggu orang yang tak pernah mengharapkannya. Dan menghancurkan hidupnya hanya karena menangisi kepergian kekasihnya. Semua yang ia lakukan hanya pekerjaan tiada makna. Tak menyadari bahwa dirinya sangat BERHARGA. 

Tetapi wanita Sholehah bukanlah wanita itu. Ia bukan lah wanita yang tak sadar dengan dirinya sendiri. wanita Sholehah ialah dia yang berhati lembut. Sanggup menanggung beban yang bahkan bukan ia ciptakan. Memperbaiki segala yang rusak. Menenangkan segala yang kacau. Ia tenang tapi pasti. Dia yang mempunyai jiwa penurut. Ia Ratu namun tak Berkuasa. Menuruti apa kata hatinya bukan hawa nafsunya. Ia bertahan karena ia yakin bahwa yang datang pasti akan bertahan tanpa mundur selangkah pun. 

Wanita itu juga pendiam. Karena ia sudah lelah dan perlu beristirahat. Ia membutuhkan jatah waktu untuk kembali lagi berjuang dan waktunya berhenti sejenak dan ketika wanita sudah membenci jangan harap hatinya akan terangkum untuk kembali walau masih ada kasih karena baginya sebuah rasa itu sesuatu yang sulit untuk diterjemahkan.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Lelaki Shaleh Untuk Wanita Shalihah"

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel