Awal Mula Perkembangan Islam Di Aceh Part 1

Aceh
   kunjungi selalu ww.darulihtidaulislam.com

A. Kerajaan Islam Perlak (Peureulak)

Darulihtidaulislam.com- Islam terus berkembang di Perlak, dan perkembangannya yang lebih luas dan lahir dengan jelas di abad XIII M. Masyarakat Islam di Perlak ketika itu telah memiliki kerajaan dengan segala perangkatnya dan juga lembaga pendidikan Panorama seperti ini sempat disaksikan oleh Marcopolo seorang pengembara Itali yang tiba di Sumatra dalam tahun 1292 M.

Marcopolo membuat catatan bahwa di masa itu Sumatra terbagi dalam delapan buah kerajaan yang semuanya menyembah berhala kecuali kerajaan Perlak. Rakyat Perlak telah berpegang dengan Islam,karena itu Perlak selalu didatangi oleh saudagar-saudagar Saracen (muslimin) yang membawa penduduk bandar ini memeluk undang-undang yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Saw.

Catatan Marco Polo tersebut menunjukkan bahwa Perlak diabad ke XIII M. telah menjadi sebuah pusat perniagaan yang maju di Nusantara yang menjadi tumpuan saudagar-saudagar Muslimin baik orang-orang Arab maupun Parsi, telah menjadikan Perlak sebagai sebuah pusat penyiaran Islam di Nusantara.

Kerajaan Islam Perlak terus merupakan sebuah kerajaan tersendiri, merdeka dan berdaulat, sehinggga ia digabungkan ke dalam kerajaan Islam Samudra Pase di zaman pemerintahan Sultan Muhammad Malik Al-Dzahir (688-1254 H 1289-1326 M)."

Menurut A.Hasjmy, resminya kerajaan Islam perlak itu diproklamirkan pada hari Selasa tanggal 1 Muharram 225 Hijriah bertepatan dengan tahun 840 M.Sultan yang pertama di daulat adalah Sayyid Maulana Abdul Aziz.

Menurut catatan Tgk M.Yunus Jamil Kerajaan Islam Perlak ini dipimpin oleh keturunan Maulana Abdul Aziz sampai 19 keturunannya yang dimulai oleh dia sendiri pada tahun 840
dan diakhiri oleh sultan Makhdum Alaiddin Malik Abdul aziz Syah Johan berdaulat pada tahun 1291 Masehi.

B. Kerajaan Samudra Pase (Pasai)

Kerajaan Samudra Pase mulai didirikan dalam tahun 433 H/1042 M, ketika Meurah Khair dilantik menjadi raja dengan gelaran: Maharaja Mahmud Syah, dan memerintah hingga tahun 470 H/1078 M. Setelah itu kerajaan Samudra Pasai di perintah oleh beberapa orang raja yaitu:.

1. Maharaja Mansyur Syah (470-527 H/1078-1133 M).
2. Maharaja Ghiyasyuddin Syah (cucu Meurah Khair) (527.550            H/1133-1155 M)
3. Maharaja Nuruddin (Meurah Noe) atau Teungku Samudra              yang lebih terkenal dengan "Sultan Al-Kamil" (550-607 H/1155-      1210 M).

Sultan Al-Kamil ialah Sultan yang terakhir dari dinasti Meurah Khair (Meurah Cin). Setelah baginda sultan ini mangkat maka negeri Samudra menjadi rebutan antara pembesar-pembesar karena baginda tiada mempunyai putra dan setelah berada dalam keadaan yang tidak tenteram selama lebih-kurang lima puluh satu tahun akhirnya datanglah Meurah Silu, yang kemudiannya bergelar Al-Malik al-Salih, mengambil kekuasaan dan mengasaskan dinastinya vang memerintah selama lebih dua abad lamanya (659-831H/1261-1428 M).

Memang dalam sejarah Islam di Aceh raja yang terkenal dalam kerajaan Pase adalah Malik al-Shalih. Hal ini karena banyak sumber dapat dibaca yang menjelaskan sejarah ini. Misalnya hikayat Raja-Raja Pasai menjelaskan bahwa Kerajaan Pasai telah didirikan oleh Meurah Silu atau yang terkenal dengan Malikussaleh.

Selain itu juga mengenai sejarah ini dapat dibaca di batu nisan yang terdapat di kuburannya yang terletak di desa Blang Me, Gedung,masuk dalam wilayah Kabupaten Aceh Utara sekarang.

Pada batu nisan tersebut tertulis dalam bahasa Arab yang terjemahan lebih kurang sebagai berikut: "Ini kubur almarhum yang diampuni, yang taqwa, yang menjadi penasehat, yang terkenal, yang berkturunan yang mulia, yang kuat beribadat, penakluk yang bergelar Sultan Sultan Malik al-salih." 

Pada samping kanan nisan tersebut tercantum bahwa Malik al-Salih mangkat pada bulan Ramadhan tahun 696 H atau tahun 1297 M.

Bersambung......

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Awal Mula Perkembangan Islam Di Aceh Part 1"

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel