-->

Kesetiaan Masyarakat Aceh Terhadap Agama Islam


Darulihtidaulislam.com- Menelusuri sejarah perkembangan Islam di Aceh bukan hanya terdiri dari masa-masa pengembangan dakwah saja, tetapi ada masa-masa usaha pemantapan doktrin aqidah secara keras. Hal ini pernah terjadi pada masa kekalahan umat Islam di Spanyol (Andalusia).

Umat Islam di Spanyol waktu itu diusir harus meninggalkan Spanyol, karena itu umat Islam kehilangan pelabuhan dagangnya.Dari usaha penelusuran kemudian mendapatkan pelabuhan-pelabuhan di pesisir Aceh.Hal itu salah satu yang menyebabkan kemudian Aceh semakin pesat perdagangannya sekaligus lebih berkembang lagi Islam karena kedatangan pedagang-pedagang Arab Islam yang lebih banyak.

Pada suatu waktu kapal-kapal para pedagang Muslim ini juga sempat berpapasan di lautan dengan para pedagang non Muslim yang pernah Spanyol Merasa khawatir orang-orang Spanyol akan datang lagi ke Aceh dan itu akan menghilangkan kesempatan lagi bagi mereka dalam berdagang, mereka berusaha meningkatkan lagi dakwah mereka di Aceh.

Dakwah doktrin mereka untuk mempertahankan aqidah dari serangan kaum kafir. Ini dilakukan secara berencana dalam waktu yang panjang sampai ke pedalaman-pedalaman.

Demikianlah agama Islam dengan doktrin aqidahnya telah menjadi peraturan hidup umat di Aceh ketika itu sehingga tidak heran di kemudian hari selanjutnya Islam itu telah menjadi way of life nya masyarakat Aceh Itu pula yang menyebabkan kemudian orang Aceh selalu istiqamah dalam berjuang mempertahankan Aceh dari serangan kaum kafir apapun.

Mulai dari serangan-serangan Portugis, Belanda sampai harus berperang kembali dengan Jepang di saat masyarakat Aceh melihat Jepang tidak menepati janjinya memberi kebebasan dalam menjalankan agamanya.

Karena menurut orang Aceh, Aceh menyatu dengan Islam memerangi Aceh sama dengan memerangi Islam. Para ulama bersama dengan pengikutnya menganggap perang tersebut perang sabil, perang suci, Jika mereka menang berarti menang Islam dan jika mereka gugur mereka syahid dan akan diberi imbalan surga Jannatun Na'im.

Mungkin perang Aceh-Belanda merupakan perang yang memakan waktu sampai 60 tahun dari tahun 1873 sampai tabun 1942, ketika Belanda harus mengangkat kakinya dari tanah Aceh.Selama peperangan tersebut  tidak terhitung berapa jumlah harta benda, demikian juga nyawa manusia telah hilang.

Begitu besar korban yang dialami oleh orang Aceh, tetapi mereka tidak pernah menyerah kalah.Mereka terus berjuang ke titik darah terakhir.Peperangan ini malah telah menjadi warisan dari ayah ke anak bahkan juga ke cucu. Ini tidak lain hanya karena ingin mempertahankan Islam sebagai agama mereka.

Bila diperhatikan secara seksama meletusnya pemberontakan tahun 1953 pun ada kaitannya dengan keinginan masyarakat Aceh untuk mempertahankan Islam sebagai agama masyarakat Aceh.Mereka menuntut diperlakukan istimewa terutama sekali dalam bidang agama.

Pemberontakan itu pun baru dapat diselesaikan setelah pemerintah menerima konsep pemberlakuan Aceh sebagai daerah istimewa dalam bidang agama Islam, pendidikan
dan adat istiadat.

Sekian....

Berlangganan update artikel terbaru via email:

1 Response to "Kesetiaan Masyarakat Aceh Terhadap Agama Islam"

  1. Oalah begini toh sejarahnya kenapa masyarakat aceh setia terhadap islam

    BalasHapus

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel