Sabar Dalam Ketaatan

Kesabaran
   kunjungi selalu kami disini

Darulihtidaulislam.com- Suatu hari, aku sedang melakukan tawaf  disana terdapat seorang laki-laki sedang bersujud seraya mengatakan : Apa yang telalah Kau perbuat terhadap hanba-Mu yang terlarang ini? Dan setiap kali aku melewatinya, ia pasti sedang mengatakan seperti itu.Ketika thawafku sudah selesai dan ia sudah bangun dari sujudnya,aku bertanya kepadanya tentang hal itu.

Dia menjawab ; Suatu ketika kami sedang berada di negeri Romawi hendak menyerbu benteng mereka Pemimpin pasukan kami mempersiapkan pasukan dalam jumlah yang cukup besar dan pergi ke sana. Ia lalu memilih aku termasuk salah satunya.

 Kemudian kami pergi ke suatu tempat di gurun pasir dan melihat sekitar 60 pasukan kafir Di tempat lain kami melihat sekitar 100 pasukan lagi. Lalu kami menuju pimpinan kami dan melaporkan hasil pengintaian kami kepadanya.

la lalu mengutus satu pasukan untuk menghadapi mereka, tetapi mereka berhasil menawan pasukan kami.Kemudian ia berkata kepada kami, "Kalian semua diberkati, maka keluarlah pada malam hari sebagai mata-mata seperti biasanya" Maka kami semua mematuhi perintahnya namun kami takluk di tangan sezibu pasukan berkuda dan kami dijadikan tawanan.Lalu mereka membaua kami ke hadapan kaisar Romawi dan ia
memerintabkan untuk memenjarakan kami

Ketika kaisat mendengar kabar yang mengatakan bahwa pasukannmuslimin membunuh panukan Romavi yang tertawan dan salah satunya adalah sepupunya, ia sangat sedih atas peristiwa tersebut dan langsung memerintahkan untuk membunuh kami dalam keadaan mata tertutup.

Lalu seorang penasehat mengusulkan kepada kaisar, "Adalah suatu kezinganan bagi mereka jka mata mereka tertutup. Aku mengusulkan untuk membukanya agar meseka biss melihat penyiksaan teman-teman mereka yang lain. Yang demikian ini lebih pedih bagi mereka.

Maka, mata kami dibuka. Aku melihat penasehat mengenakan kain sutera bermahkotakan emas Seseorang di sampingku telah keluar dari agama Islam, namun sayang aku tidak mampu untuk mencegahnya.Lalu aku memandang ke arah langit dan melihat sepuluh bidadari yang masing- masing membawa sapu tangan dan pinggan. Di atas mereka terdapat sepuluh pintu yang terbuka.

Lalu, seorang algojo mulai membunuh kami satu persatu. Setiap tali di antara kami ada yang terbunuh, turun satu menjemput ruhnya dan membungkusnya dengan sapu tangan serta
meletakkanya di atas pinggan.Lalu ia membawanya naik melewati salah pintu yang terbuka Sementara ini, aku mendapatkan giliran yang terakhir.

Ketika tiba giliranku, seorang bidadari turun untuk melakukan hal yang serupa terhadapku sehagaimana bidadari yang lain,Tatkala algojo tersebut hendak membunuh, penasehat bendiri menyampaikan unulnya kepada raja, "Wahai baginda Seandainya kau membunuh semua tawanan,lalu siapa yang akan memberitahu kaum muslimin tentang pembantaian ini? Biarkanlah dia hidup, agar dia dapat menceritakan hal ini kepada mereka.

Sang raja menerima usulan tersebut dan membiarkanku tetap hidup.Lalu bidadari yang tadi hendak memjemputku pergi meninggalkanku sambil berkata, "Dia terlarang, dia terlarang" Oleh karena itu, aku merendahkan diri di sini seraya mengatakan ; Wahai Tuhanku Apa yang Kau perbuat terhadap diriku yang terlarang ini"

Wassalam

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Sabar Dalam Ketaatan"

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel