Nabi Muhammad Menerima Wahyu Pertama

Nabi Muhammad
       kunjungi selalu situs www.darulihtidaulislam.com

Darulihtidaulislam- Setelah bertahun-tahun lamanya Muhammad berusaha dan berjuang melelui perkumpulan yang pernah dibentuknya,namun masih juga hatinya diliput kecemasan dan ketidakpuasan. Karena Nabi sendiri masih melihat keburukan dan kebrengsekan yang terdapat di kalangan bangsanya.

Nabi Muhammad tidak menyukai orang orang yang berbuat zalim dan kejam, la sering-kali melihat penganiayaan terhadap si lemah dan si tak-punya,ia juga menyaksikan kesombongan dan ketakaburan orang-orang kaya yang sudah tidak mau lagi melihat si miskin dan si faikir sekalipun hanya dengan sebelah mata.

Dan yang lebih tidak sesuai lagi dengan pikirannya, ialah mengapa manusia memuja muja patung dan arca dan berhala,
yang jumlahnya 360 buah yang terdapat di sekitar Ka'bah.

Berhala-berhala itu kemudian diberi nama macam-macam.Di antaranya, ada yang namanya Hubbal, Laata, dan Uzza. Lalu,
timbuliah kebiasaan yang aneh di kalangan penduduk kota
Makkah ketika, jika mereka bersumpah selalu menyebut-nyebut dan mengucapkan nama-name berhala, misalnya Demi Hubbal, Demi Laata, dan Demi Uzza, dan sebagainya.

Hal yang demikian itu same sekali tidak pernah dilakukan oleh Nabi Muhammad sejak masih kanak kanaknya. Maka, timbullah
kemauan yang besar dalem jiwa Muhammad untuk menghilang-
kan kebiasaan seperti itu dari kalangan masyarakat bangsanya.

Mereka seharusnya dituntun, diajak untuk melakukan badat yang benar, dan memiliki keyak inan yang benar, agar mereka dapat mengenal sifat-sifat Tuhan yang sebenarnya,supaya mereka dapat mengabdi kepada Tuhan Yang Satu, dan mereka dapat berbuat baik kepada sesama umat manusia.

Muhammad yakin bahwa keinginannya itu hanya bisa di wujudkan melalui bimbingan dan petunjuk Tuhan, dan hanya
dengen petunjuk Tuhan manusia akan bisa merasakan ke bahagiaen hidup lahiriyah dan batiniyah, yang tenang dan
tenteram serta damal dalam kehidupan bersama umat manusia.

Untuk mencapainya, dan ketika itu Muhammad telah berusia
40 tahun, ia lalu seringkall melakukan khalwat, yaitu meng-
asingkan diri di sebuah gua dari sebuah gunung yang letaknya
tidak jauh dari kota Makkah, yang namanya adalah Gua Hira'.

Pada siang harinya ia berpuasa dan pada malam harinya ia
tafakkur, menenangkan dirinya dan perassannya, hanya ingat
kepada Pencipta alam semesta, untuk meminta petunjuk-Nya.

Maka, pada suatu malam, tanggal 17 Ramadhan, tahun ke-40 dari kelahirannya, tibatiba gua yang ditempatinya itu menjadi terang benderang, yang memancarkan cahaya bersinar,yang kemudian menerangi seluruh ruangan dalam goa itu, dannpada saat seperti itu turuniah suatu makhluk dari langit yang berbentuk manusia, dengan kecepatan yang luar biasa kencangnya lalu menghampiri Muhammad, dan ia memang berjiwa besar, tidak merasa takut dan gemetar ketika kedatangan makhluk itu.

Setelah makhluk itu mengucapkan salam kepadanya,lalu berjabat tangan dengannya, lalu duduk bersila berhadapan
dengannya, sehingga beradu lutut dengannya.

Makhluk itu sebenarnya tidak lain adalah Malaikat Jibril, yang menjelmakan dirinya berbentuk manusia muda yang tampan dan berpakalan indah serta harum semerbak baunya,dan dengan senyum manis pula Jibril memandangi wajah Muhammad.

Lalu Jibril, menghamparkan kain sutera yang halus, yangb ertuliskan huruf huruf, dan Jibril kemudian berkata kepada
Muhammad:


SEKIAN........

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Nabi Muhammad Menerima Wahyu Pertama"

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel