Peristiwa Perang Badar

perang badar,perang, america vs iran,Nabi Muhammad
              kunjungi situs terbesar kami www.darulihtidaulislam.com

Darulihtidaulislam.com- Setelah Nabi dan umat Islam berhasil berhijrah dan masuk ke Madinah, agama Islam tampak mengalami kemajuan pesat.Kenyataan inilah yang kemudian menyebabkan orang-orang kafir Makkah marah besar.

Sebelum Nabi berhijrah ke Madinah, ada seorang tokoh yang bernama Abdullah bin Ubay, yang dalam rencana akan diangkat sebagai pemimpin.Namun, setelah Nabi hijrah, rencana tersebut praktis gagal. Lalu, situasi inilah yang dipakai kalompok suku Quraisy untuk memecah belah dan mengusir ümat Islam.

Tetapi, situasi menjadi berbeda karena orang-orang yang semula menjadi pengikut ibnu Ubay, kini justru sudah menjadi pengikut Rasulullah saw, dan apabila menentang Nabi saw., justru akan menimbulkan perang saudara.

Di samping itu, para penduduk antara kota Makkah dan Madinah dihasut untuk mengadakan perlawanan kepada gerakan Nabi saw., yang cukup berhasil mempengaruhi mereka. Dan atas dorongan strategi Abdullah bin Ubay dan gerakan Yahudi, maka orang-orang Quraisy mengadakan kesepakatan untuk menggempur kota Madinah.

Baca juga; Hikamah turunnya Imam Mahdi

Dan pada saat orang-orang Makkah telah bergegas menuju Madinah, yakni pada bulan Ramadhan tahun ke 2 Nabi mendapatkan wahyu untuk mengadakan peperangan melawan kaum perusuh dan penyerang.

Pada saat itu pula , Nabi hanya memiliki 313 pasukan Muslim yang belum memiliki pengalaman.Di antara mereka, bahkan anak enak dan generasi tua. Kendaraan kuda hanya dua, dan unta hanya 70 ekor.

Meski demikian, Nabi saw. dengan penuh semangat menyatakan bahwa gempuran orang-orang Makkah harus ditangkal jangan sampai memasuki Madinah.Meski kesepakatan awal kaum Anshar hanya berjanji akan membela Nabi di dalam kota Madinah, namun berhubung kasus tersebut, mereka justru bersemangat untuk mengikuti dan mendampingi Nabi berperang diluar kota Madinah.

Waktu itu, Nabi dan seluruh pasukan berangkat untuk berperang,perang badar terjadi pada tahun 17 Ramadhan 2 H (13 Maret 624 M) dan ternyata orang orang Makkah sudah duluan ada di sana.Bahkan, mereka sudah menempati posisi-posisi yang dianggap strategis untuk kepentingan peperangan.

Waktu itu, pasukan musuh terdiri dari 1.000 pasukan terlatih dan berpengalaman. Mereka dipersenjatai lengkap, termasuk baju perang. Pasukan berkuda terdiri dari 100, dan pasukan unta tujuh ratus.

Baca juga; sejarah darah menstruasi (haid)

Peperangan ini didahului dengan perang tanding antara pasukan Nabi melawan pasukan musuh. Tiga orang musuh maju, untuk menjajal kekuatan pasukan Nabi, Dan hasilnya,ketiga pasukan musuh itu seluruhnya tewas ditebas pedang.

Setelah itu, dilanjutkan dengan peperangan total antara kedua belah pihak. Dan hasilnya cukup memuaskan. Banyak kalangan pemimpin Quraisy yang tewas: bahkan Abu Jahal sendiri tewas di tangan pemuda Anshar.

Jumlah yang tewas dari pihak musuh,adalah 70 orang, sedang dari panukan Islam yang berpulang sebagai syuhada, hanya 12 orang.

Pasukan lawanpun, akhirnya mundur setelah mengetahui banyak pemimpin mereka yang sudah tewas. Kemudian, kaum Muslimin berhasil mengejar mereka, sehingga menawan 70 orang lawan.

Di samping itu, dampak kemenangan pasukan Islam ini sedikit banyak sangat memukul psikologis kaum Yahudi dan Badui; sehingga mereka bertanya-tanya dalam hati.Bagaimana mungkin kaum Muslimin yang hanya sepertiga jumlah pasukan Quraisy bisa mengalahkan pihak musuh.

Sehingga didalam suatu riwayat pernah disebutkan bahwa didalam perang badar ribuan para malaikat dari langit turun kebumi dalam wujud manusia untuk membantu dan mengikuti perang bersama Nabi Muhammad Saw melawan kaum kafir Quraisy.

Setelah kaum Muslimin berhasil menawan pasukan lawan,mereka ini pun diperlakukan secara baik.Akibatnya, orang-orang tawanan ini mengakul betapa luhurnya ajaran Islam.

Baca juga; Hikamah dibalik misteri Yakjuz dan Makjuz

Bahkan, salah seorang tawanan yang kemudian masuk Islam pernah menceritakan berbagai perlakuan baik yang diterimanya di tempat ia ditawan. Bahkan, ia menyatakan mendapatkan
suguhan makanan yang lebih lezat dibanding yang dimakan oleh orang Islam sendiri.

Dalam suasana yang belum sepenuhnya aman, dan belum ada semacam perdamaian resmi, tawanan itu pun dibebaskan
dengan syaratnya Yaitu, membayar uang tebusan, Kalau tidak
mampu, bagi yang bisa baca tulis, diharuskan mengajar 10 orang
yang perlu diajar sebagai pengganti uang tebusan yang diper-
kirakan mencapal jumlah 400 dirham (kalau ngak salah admin sekitar 2 juta).

Dan yang sudah nyata-nyata miskin, dibebaskan. Tetapi, kelompok ahli syair yang sering menyenandungkan syair untuk melawan Nabi,dihadapkan ke muka mahkamah yang dipimpin oleh Nabi saw.Dan sekalipun mereka tawanan yang gampangnya sedang diadill, Nabi tetap memperiakukannya dengan baik.

Bahkan,usulan untuk mencabut gigi tawanan agar tidak mampu meng-hasut umat pun ditolak oleh Nabi saw,Dan itulah kelembutan penyiaran islam yang sesungguhnya,yang bisa dijadikan sebagai teladan umat.

SEKIAN....

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Peristiwa Perang Badar"

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel