Mengambil Menantu Orang Shaleh,Bukan Pejabat Ataupun Orang Terpandang

Merpati putih
   kunjungi selalu situs kami

Darulihtidaulislam.com- Seorang ahli ibadah pernah berhenti dalam sebuah perjalanan dan saat itu ia tengah berpuasa,ia lalu melihat sungai mengalir tak jauh dari tempatnya berhenti. Ia pun menceburkan diri ke sungai itu,tiba-tiba terlihat sebuah jeruk terapung di atas air.

Sang ahli ibadah segera mengambilnya untuk berbuka puasa, namun usai berbuka dengan jeruk itu,dia merasa sangat menyesal karena telah berbuka puasa dengan sesuatu itu yang bukan miliknya.Maka, ketika pagi tiba dia pun pergi mencari pemilik jeruk itu, dia mengetuk pintu gubuk di suatu kebun yang dilewati oleh sungai itu.

Seorang lelaki tua keluar dari gubuk dan si ahli ibadah langsung bertanya kepadanya : wahai pak tua telah hanyut dari kebunmu ini kemarin sebuah jeruk, aku lalu mengambilnya dan memakannya, sekarang aku menyesalinya mudah-mudahan engkau memberiku jalan keluar.

Orang tua itu menjawab : Aku hanya seorang pekerja di kebun ini, selama 40 tahun aku bekerja disini aku tak pernah merasakan 1 buah pun dari kebun ini, di kebun ini aku tidak punya apa-apa" Jadi siapa pemilik kebun ini ?" tanya si ahli ibadah. Ia menjawab, kebun ini milik dua orang bersaudara di tempat anu".

Si ahli ibadah segera menuju ke tempat yang dimaksud dan ia menemukan salah seorang mereka, lalu ia ceritakan apa yang dia alami, sang pemilik kebun itu berkata," Separuh dari kebun itu milikku dan engkau aku halalkan dari bagianku pada jeruk itu,"  "Tapi di mana aku bisa menemukan saudaramu ?." tanya si ahli ibadah. "Di tempat ini dan begini", kata si pemilik kebun sambil menggambarkan tempatnya. 

Si ahli ibadah kemudian pergi menemui saudara pemilik kebun itu dan menceritakan kejadian itu, tapi si pemilik kebun satunya itu menegaskan,"Demi Allah aku tidak akan menghalalkan kepadamu kecuali dengan syarat." "Apa syaratnya?."  tanya si ahli ibadah. Orang itu menjawab, Aku akan mengawinkan kamu dengan anak gadisku dan akan memberimu 100 dinar.

 Si ahli ibadah amat kaget dengan syarat itu dan ia coba menghindar : Aku tidak memikirkan hal ini, tidakkah engkau lihat apa yang terjadi padaku ini karena jeruk mu itu ? maka, beri aku jalan keluarnya !" pintanya, namun si pemilik kebun jeruk itu tidak bergeming, "Demi Allah aku tidak akan melakukannya kecuali dengan syarat itu!".

Melihat tekad dan keseriusan si pemilik kebun akhirnya si ahli ibadah pun mau menuruti syaratnya, " Aku akan melakukannya, katanya.Si pemilik kebun lalu memberinya uang 100 Dinar dan berkata,"Berikan kepadaku dari uang itu sesukamu sebagai mahar anak gadisku!.

Si ahli ibadah itu lantas mengembalikan semua uang itu kepadanya, tapi si pemilik kebun itu menolaknya," Tidak, berikan aku sebagian saja !."  katanya ia kemudian menikahkan anaknya dengan ahli ibadah itu tapi tindakannya itu dicela oleh banyak orang.

Mereka mengatakan: Para pejabat dan orang orang terpandang negeri ini meminang anak gadismu namun engkau tidak memberikannya tapi kini engkau mengawinkannya dengan seorang fakir yang tidak punya harta . Si pemilik kebun itu lantas menjawab, "Ketahuilah aku ini hanya menginginkan seorang yang wara' dan taat beragama bagi anak gadisku dan orang ini adalah seorang hamba Allah yang Saleh.

masyaallah.....

(Di kutip dari kitab Bahrud dumu')

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Mengambil Menantu Orang Shaleh,Bukan Pejabat Ataupun Orang Terpandang "

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel