Akhlak Rakyat dan Pemimpin Dalam Bernegara Part 1

                                        sumber mutiara akhlak

Keluarga merupakan kumpulan dari individu-individu. Dari perhimpunan individual itu lambat laun akan terbentuk sebuah komunitas yang dikenal dengan masyarakat.Dan, dari masyarakat itu akan terbentuk sebuah wilayah.

Jika cakupan wilayah lebih besar, adanya pemimpin, memiliki Undang-undang dan diakui oleh bangsa lain maka terbentuklah sebuah Negara.

Sebuah Negara tentunya terdiri dari keberagaman etnis dan kelompok di dalamnya. Satu sama lain memiki ikatan yang didasari atas rasa memiliki.

Dari sinilah muncul rasa nasionalis, yakni sebuah Negara itu sama-sama merasa memiliki dan dicintai oleh masyarakat. Tapi, rasa nasionalis atau kebersamaan itu tidak mungkin bertahan lama tanpa dikendalikan atau sebuah komunitas besar semisal Negara membutuhkan kepada seorang pemimpin.

Pemimpin itu berfungsi sebagai panutan masyarakat sehingga dapat mengayomi mereka, membawa bangsa dan Negara itu ke arah kemajuan.

Adapun kebutuhan kepada Negara, seorang pemimpin yang adil, cerdas, dan berwibawa serta undang undang Negara adalah sarana untuk melindungi rakyat lemah, membawa mereka kepada kesejahteraan ekonomi dan kesejahteraan hidup di akhirat dengan memperkenalkan ilmu-ilmu yang berkaiatan dengan alam akhirat.

Sebuah negara pun diyakini tidak akan berdiri kokoh tanpa adanya pemerintahan yang ditaati oleh rakyatnya.Supaya ditaati bahwa seorang pemimpin itu tidak berlaku dhalim, memiliki
nilai agama dan sosial yang seimbang, tidak tamak dan rakus kepada harta dan tidak mengedepankan kepentingan diri (nafsu) atas kepentingan rakyat.

Maka jika seorang pemimpin memiliki karakter seperti itu maka tidak ada alasan bagi rakyat untuk ingkar kepadanya. Dan, ini merupakan bagian akhlak terpuji yang diperintah Allah melalui Al-Qur'an. Lihat Al-Qur'an Surat An-nisa'(4):59).

Adapun bentuk kecintaan rakyat kepada negara dan pemimpin dapat diterangkan sebagai berikut:

1.Membela Negara

Membela Negara adalah salah satu bentuk cinta seorang warga terhadap negaranya. Bagi seorang Mukmin bentuk itu merupakan sikap akhlak terpuji.Lihat (QS,al-Anfal (8):65).

2. Menta'ati Pemimpin yang Baik

Seorang rakyat dalam berbangsa dan bernegara, menta'ati atasan atau pimpinan selama tidak diperintahkan kepada kejahatan adalah wajib. Kalau pemimpin mengajak untuk menyekutukan Allah dan berbuat maksiat kepada Allah. Maka, gururlah kewajiban rakyat menta'ati pemimpin Ini adalah prinsik akhlak yang baik dari seorang Mukmin.

Adapun sebaliknya,tidak hanya seorang rakyat yang harus berakhlak kepada pemimpin.Tapi Pemimpin juga harus memiliki akhlak terhadap rakyatnya.

BERSAMBUNG.....

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Akhlak Rakyat dan Pemimpin Dalam Bernegara Part 1"

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel